Diberdayakan oleh Blogger.
 
Minggu, 20 Mei 2012

KENIKMATAN BERSAMA TEMAN SUAMIKU

0 komentar



Sebut saja nama ku Lela, wanita umur 28 thn dan orang-orang bilang bentuk tubuhku amatlah proposional, tinggi 170 cm berat 55kg dan ukuran buah dada 34B, ditunjang wajah cantik (itu juga orang-orang yang bilang) dan kulit putih cerah. Sebelumnya aku memang sering bekerja menjadi SPG pada pameran mobil dan banyak orang mengelilingi mobil yang aku pamerkan bukan utk melihat mobil tetapi untuk melihatku. Menikah dengan Budiman, 30 thn, seorang pekerja sukses. Kami memang sepakat utk tidak punya anak terlebih dahulu dan kehidupan seks kami baik-baik saja, Budiman dapat memenuhi kebutuhan seks ku yang boleh dibilang agak hyper..sehari bisa minta 2 sesi pagi sebelum Budiman berangkat kerja dan malam sebelum tidur. Dan cerita ini berawal dari kesuksesan Budiman bekerja di kantornya dan mendapat kepercayaan dari sang atasan yang sangat baik. Kepercayaan ini membuat dia sering harus bekerja Lembur, pada awalnya aku bisa menerima semua itu tetapi kelamaan kebutuhan ini harus dipenuhi juga dan itulah yang membuat kami sering bertengkar karena kadang Budiman harus berangkat lebih pagi dan lewat tengah malam baru pulang.
Mulailah cerita ini ketika Budiman mendapat tanggung jawab untuk menangani suatu proyek dan dia dibantu oleh rekan kerjanya Adika dari luar kota. Pertama diperkenalkan Adika langsung seperti terkesima dan sering menatapku, hal itu membuatku risih. Adika cukup tampan gagah dan kekar. Karena tuntutan pekerjaan dan efisiensi, kantor Budiman memutuskan agar Adika tinggal di rumah kami utk sementara. Dan memang mereka berdua sering bekerja hingga larut malam di rumah kami. Adika tidur di kamar persis di seberang kamar kami.
Sering di malam hari aku berpamitan tidur matanya yang nakal suka mencuri pandang diantara sela-sela baju tidur yang aku kenakan. Aku memang senang tidur bertelanjang agar jika Budiman datang bisa langsung bercinta. Pernah suatu saat ketika pagi hari aku dan Budiman bercinta di dapur waktu masih pagi sekali dengan posisiku duduk di meja dan Budiman dari depan, tiba-tiba Adika muncul dan melihat kami, dia menempelkan telunjuk dimulutnya agar aku tidak menghentikan kegiatan kami, karena kami sedang dalam puncaknya dan Budiman yang membelakangi Adika dan aku juga tidak tega menghentikan Budiman, akhirnya ku biarkan Adika melihat kami bercinta tanpa Budiman sadari hingga kami berdua orgasme. Dan aku tahu Adika melihat tubuh telanjangku ketika Budiman melepaskan Kontol nya dan terjongkok di bawah meja.
Setelah kejadian itu Adika lebih sering memperhatikan tiap lekuk tubuhku. Sampai suatu waktu ketika pekerjaan Budiman betul-betul sibuk sehingga hampir seminggu tidak menyentuhku. Di hari Rabu kantor tempat Budiman bekerja mengadakan pesta dinner bersama di rumah atasan Budiman. Rumahnya terdiri dari dua lantai yang sangat mewah di lantai 2 ada semacam galeri barang2 antik. Kami datang bertiga dan malam itu aku mengenakan pakaian yang sangat seksi, gaun malam warna merah yang terbuka di bagian belakang dan hanya dikaitkan di belakang leher oleh kaitan kecil sehingga tidak memungkinkan memakai BH, bagian bawahpun terdapat sobekan panjang hingga sejengkal di atas lutut, malam itu saya merasa sangat seksi dan Adika pun sempat terpana melihatku keluar dari kamar.
Sebelum berangkat aku dan Budiman sempat bercinta di kamar dan tanpa sepengetahuan kami ternya Adika mengintip lewat pintu yang memang kami ceroboh tidak tertutup sehingga menyisakan celah yang cukup untuk melihat kami dari pantulan cermin, sayangnya karena letih atau terburu-buru mau pergi Budiman orgasme terlebih dahulu dan aku dibiarkannya tertahan. Dan Adika mengetahui hal itu.
Malam itu ketika acara sangat ramai tiba-tiba Budiman dipanggil oleh atasannya untuk diperkenalkan oleh customer. Budiman berkata padaku untuk menunggu sebentar, sambil menunggu aku ke lantai 2 untuk melihat barang2 antik, di lantai 2 ternyata keadaan cukup sepi hanya 2-3 orang yang melihat-lihat di ruangan yang besar itu. Aku sangat tertarik oleh sebuah cermin besar di pojokan ruangan, tanpa takut aku melihat ke sana dan mengaguminya juga sekaligus mengagumi keseksian tubuhku di depan cermin, tanpa ku sadari di sampingku sudah berada Adika. “Udah nanti kacanya pecah lho..cakep deh..!”, canda Adika “Ah bisa aja kamu Adika”,balasku tersipu. Setelah berbincang2 di depan cermin cukup lama Adika meminta tolong dipegangkan gelasnya sehingga kedua tanganku memegang gelasnya dan gelasku. “Aku bisa membuat kamu tampak lebih seksi”,katanya sambil langsung memegang rambutku yang tergerai dengan sangat lembut.
Tanpa bisa mengelak dia telah menggulung rambutku sehingga menampak leherku yang jenjang dan mulus dan terus terang aku seperti terpesona oleh keadaan diriku yang seperti itu. dan memang benar aku terlihat lebih seksi. Dan saat terpesona itu tiba-tiba tangan Adika meraba leherku dan membuatku geli dan detik berikutnya Adika telah menempelkan bibirnya di leher belakangku, daerah yang paling sensitif buatku sehingga aku lemas dan masih dengan memegang gelas Adika yang telah menyudutkanku di dinding dan menciumi leherku dari depan. “Adika apa yang kamu lakukan..lepaskan aku Adika..lepas..!”,rontaku tapi Adika tahu aku tidak akan berteriak di suasana ini karena akan mempermalukan semua orang. Adika terus menyerangku dengan kedua tanganku memegang gelas dia bebas meraba Payudara ku dari luar dan terus menciumi leherku, sambil meronta-ronta aku merasakan gairahku meningkat, apalagi saat tiba- tiba tangan Adika mulai meraba belahan bawah gaunku hingga ke selangkanganku. “Adika..hentikan Adika aku mohon..tolong Adika..jangan lakukan itu..”,rintihku, tapi Adika terus menyerang dan jari tengah tangannya sampai di bibir Memek ku yang ternyata telah basah karena serangan itu.
Dia menyadari kalau aku hanya mengenakan G-string hitam dengan kaitan di pinggirnya, lalu dengan sekali sentakan dia menariknya dan terlepaslah G-stringku. Aku terpekik pelan apalagi merasakan ada benda keras mengganjal pahaku. Ketika Adika sudah semakin liar dan akupun tidak dapat melepaskan, tiba-tiba terdengar suara Budiman memanggil dari pinggir tangga yang membuat pegangan himpitan Adika terlepas, lalu aku langsung lari sambil merapikan pakaian ku menuju Budiman yang tidak melihat kami dan meninggalkan Adika dengan G-string hitamku. Aku sungguh terkejut dengan kejadian itu tapi tanpa disadari aku merasakan gairah yang cukup tinggi merasakan tantangan melakukan di tempat umum walau dalam kategori diperkosa.
Ternyata pesta malam itu berlangsung hingga larut malam dan Budiman mengatakan dia harus melakukan meeting dengan customer dan atasannya dan dia memutuskan aku untuk pulang bersama Adika. Tanpa bisa menolak akhirnya malam itu aku diantar Adika, diperjalanan dia hanya mengakatakan “Maaf Lela..kamu sungguh cantik malam ini.” Sepanjang jalan kami tidak berbicara apaun. Hingga sampai dirumah aku langsung masuk ke dalam kamar dan menelungkupkan diri di kasur, aku merasakan hal yang aneh antara malu aku baru saja mengalami perkosaan kecil dan perasaan malu mengakui bahwa aku terangsang hebat oleh serangan itu dan masih menyisakan gairah. Tanpa sadar ternyata Adika telah mengunci semua pintu dan masuk ke dalam kamarku, aku terkejut ketika mendengar suaranya’, “Lela aku ingin mengembalikan ini”‘ katanya sambil menyerahkan G-stringku berdiri dengan celana pendek saja, dengan berdiri aku ambil G-stringku dengan cepat, tapi saat itu juga Adika telah menyergapku lagi dan langsung menciumiku sambil langsung menarik kaitan gaun malamku, maka bugilah aku diahadapannya. Tanpa menunggu banyak waktu aku langsung dijatuhkan di tempat tidur dan dia langsung menindihku.
Aku meronta- ronta sambil menendang- nendang?”Adika..lepaskan aku Adika..ingat kau teman suamiku Adika..jangan..ahh..aku mohon”, erangku ditengah rasa bingung antara nafsu dan malu, tapi Adika terus menekan hingga aku berteriak saat Kontol nya menyeruak masuk ke dalam Memek ku, ternyata dia sudah siap dengan hanya memakai celana pendek saja tanpa celana dalam. “Ahhhh?Braam..kau..:’ Lalu mulailah dia memompaku dan lepaslah perlawananku, akhirnya aku hanya menutup mata dan menangis pelan..clok..clok..clok..aku mendengar suara Kontol nya yang besar keluar masuk di dalam Memek ku yang sudah sangat basah hingga memudahkan Kontol nya bergerak. Lama sekali dia menggenjot memek ku dan aku hanya terbaring mendengar desah nafasnya di telingaku, tak berdaya walau dalam hati menikmatinya. Sampai kurang lebih satu jam aku akhirnya melenguh panjang “Ahhh?..” ternyata aku orgasme terlebih dahulu, sungguh aku sangat malu mengalami perkosaan yang aku nikmati. Sepuluh menit kemudian Adika mempercepat pompaannya lalu terdengar suara Adika di telingaku “Ahhh..hmmfff?” aku merasakan Memek ku penuh dengan cairan kental dan hangat sekitar 30 detik kemudian Adika terkulai di atasku. “Maaf Lela aku tak kuasa menahan nafsuku..”bisiknya pelan lalu berdiri dan meninggalkanku terbaring dan menerawang. hinga tertidur Aku tak tahu jam berapa Budiman pulang hingga pagi harinya.
Esok paginya seperti biasa aku berenang di kolam renang belakang, Budiman dan Adika berpamitan untuk nerangkat ke kantor. Karena tak ada seorang pun aku memberanikan diri untuk berenang tanpa pakaian. Saat asiknya berenang tanpa disadari, Adika ternyata beralasan tidak enak badan dan kembali pulang, karena Budiman sangat mempercayainya maka dia izinkan Adika pulang sendiri. Adika masuk dengan kunci milik Budiman dan melihat aku sedang berenang tanpa pakaian. Lalu dia bergerak ke kolam renag dan melepaskan seluruh pakaiannya, saat itulah aku sadari kedatangannya, “Adika..kenapa kau ada di sini?” tanyaku, “Tenang Lela suaimu ada di kantor sedang sibuk dengan pekerjaannya”, aku melihat tubuhnya yang kekar dan Kontol nya yang besar mengangguk angguk saat dia berjalan telanjang masuk ke dalam kolam “Pantas saja semalam Memek ku terasa penuh sekali”‘pikirku. Aku buru-buru berenang menjauh tetai tidak berani keluar dr dalam kolam karena tidak mengenakan pakaian apapun juga.
Saat aku bersandar di pingiran sisi lain kolam, aku tidak melihat ada tanda2 Adika di dalam kolam. Aku mencari ke sekeliling kolam dan tiba-tiba aku merasakan Memek ku hangat sekali, ternyata Adika ada di bawah air dan sedang menjilati Memek ku sambil memegang kedua kakiku tanpa bisa meronta. Akhirnya aku hanya bisa merasakan lidahnya merayapai seluruh sisi Memek ku dan memasuki liang senggamaku..aku hanya menggigit bibir menahan gairah yang masih bergelora dari semalam. Cukup lama dia mengerjai Memek ku, nafasnya kuat sekali pikirku. Detik berikutnya yang aku tahu dia telah berada di depanku dan Kontol nya yang besar telah meneyruak menggantian lidahnya? “Arrgghh..” erangku menahan nikmat yang sudah seminggu ini tidak tersentuh oleh Budiman. Akhirnya aku membiarkan dia memperkosaku kembali dengan berdiri di dalam kolam renang. Sekarang aku hanya memeluknya saja dan membiarkan dia menjilati Payudara ku sambil terus memasukan Kontol nya keluar masuk. Bahkan saat dia tarik aku ke luar kolam aku hanya menurutinya saja, gila aku mulai menikamti perkosaan ini, pikirku, tapi ternyata gairahku telah menutupi kenyataan bahwa aku sedang diperkosa oleh teman suamiku.
Di pinggir kolam dia membaringkanku lalu mulai menyetubuhi kembai tubuh mulusku..”Kau sangat cantik dan seksi Lela..ahh” bisiknya ditelingaku. Aku hanya memejamkan mata berpura-pura tidak menikmatinya, padahal kalau aku jujur aku sangat ingin memeluk dan menggoyangkan pantatku mengimbangi goyangan liarnya. Hanya suara eranggannya dan suara Kontol nya maju mundur di dalam Memek ku, clok..clok..clep..dia tahu bahwa aku sudah berada dalam kekuasaannya. Beberapa saat kemudian kembali aku yang mengalami orgasme diawali eranganku “Ahhh..” aku menggigit keras bibirku sambil memegang keras pinggiran kolam, “Nikmati sayang?”demikian bisiknya menyadari aku mengalami orgasme. Sebentar kemudian Adika lah yang berteriak panjang, “Kau hebat Lela..aku cinta kau..AAHHH..HHH” dan aku merasakan semburan kuat di dalam Memek ku. Gila hebat sekali dia bisa membuatku menikmatinya pikirku. Setelah dia mencabut Kontol nya yang masih terasa besar dan keras, aku reflek menamparnya dan memalingkan wajahku darinya. Aku tak tahu apakah tamparan itu berarti kekesalanku padanya atau karena dia mencabut Kontol nya dari Memek ku yang masih lapar.



Setelah Budiman pulang herannya aku tidak menceritakan kejadian malam lalu dan pagi tadi, aku berharap Budiman dapat memberikan kepuasan padaku. Dengan hanya menggenakan kimono dengan tali depan aku dekati Budiman yang masih asik di depan komputernya di dalam kamar, lalu aku buka tali kimonoku dan kugesekan Payudara ku yang besar itu ke kepalanya dari belakang, berharap da berbalik dan menyerangku. Ternyta yang kudapatkan adalah bentakannya “Lela..apakah kamu tak bisa melihat kalau aku sedang sibuk? Jangan kau ganggu aku dulu..ini untuk masa depan kita” teriaknya keras. Aku yakin Adika juga mendengar teriakannya. Aku terkejut dan menangis, lalu aku keluar kamar dengan membanting pintu, lalu aku pergi ke pinggir kolam dan duduk di sana merenung dan menahan nafsu. Dari kolam aku bisa melihat bayangan di Budiman di depan komputer dan lampu di kamar Adika. Tampak samar-samar Adika keluar dari kamar mandi tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya. Karena di luar gelap tak mungkin dia melihatku. Tanpa sadar aku mendekat ke jendelanya dan memperhatikan Adika mengeringkan tubuh.
Gila kekar sekali tubuhnya dan yang menarik perhatianku adalah Kontol nya yang besar dan tegang mengangguk- angguk bergoyang sekanan memanggilku. Aku malu sekali mengagumi dan mengaharapkan kembali penis itu masuk ke dalam Memek ku yang memang masih haus. Perlahan aku membelai-belai Memek ku hingga terasa basah, akhirnya aku memutuskan untuk memintanya pada Adika, dengan hati yang berdebar kencang dan nafsu yang sudah menutupi kesadaran, aku nekat masuk ke dalam kamar Adika dan langsung mengunci pintu dari dalam. Adika sangat terkejut “Lela..apa yang kamu lakukan?”, aku hanya menempelkan telunjuk di bibirku dan memberi isyarat agar tidak bersuara karena Budiman ada di kamar seberang. Langsung aku membuka pakaian tidurku dan terpampanglah tubuh putih mulusku tanpa sehelai benagpun di hadapannya, Adika hanya terperangah dan menatap kagum pada tubuhku. Adika tersenyum sambil memperlihatkan Kontol nya yang semakin membesar dan tampak berotot.
Dengan segera aku langsung berlutut di hadapannya dan mengulum Kontol nya, Adika yang masih terkejut dengan kejadian ini hanya mendesah perlahan merasakan Kontol nya aku kulum dan hisap dengan nafsuku yang sudah memuncak. Sambil mulutku tetap di dalam Kontol nya aku perlahan naik ke atas tempat tidur dan menempatkan Memek ku di mulut Adika yang sudah terbaring, dia mengerti maksudku dan langsung saja lidahnya melahap Memek ku yang sudah sangat basah, cukup lama kami dalam posisi itu, terinat akan Budiman yang bisa saja tiba- tiba datang aku langsung mengambil inisiatif untuk merubah posisi dan perlahan duduk di atas Kontol nya yang sudah mengacung tegang dan besar panjang. Perlahan aku arahkan dan masukan ke dalam lubang Memek ku, rasanya berbeda dengan saat aku diperkosanya, perlahan tapi pasti aku merasaskan suatu sensasi yang amat besar sampai akhirnya keseluruhan batang penis Adika masuk ke dalam Memek ku “Ahh..sssfff..Braaam!” erangku perlahan menahan suara gairahku agar tidak terdengar, aku merasakan seluruh Kontol nya memenuhi Memek ku dan menyentuh rahimku.
Sungguh suatu sensasi yang tak terbayangkan, dan sensasi itu semakin bertambah saat aku mulai menggoyangkan pantatku naik turun sementara tangan Adika dengan puasnya terus memainkan kedua Payudara ku memuntir-muntir putingku hingga berwarna kemerahan dan keras “ahh..ahh..” demikian erangan kami perlahan mengiringi suara Kontol nya yan keluar masuk Memek ku clok..clok..clok? Tak tahan dengan nafsunya mendadak Adika duduk dan mengulum Payudara ku dengan rakusnya bergantian kiri kanan bergerak ke leher dan terus lagi. Aku sungguh tak dapat menahan gairah yang selama ini terpendam. Mungkin karena nafsu yang sudah sangat tertahan atau takut Budiman mendengar tak kuasa aku melepaskan puncak gairahku yang pertama sambil mendekap erat Adika dan menggigit pundaknya agar tidak bersuara, kudekap erta Adika seakan tak dapat dilepaskan mengiringi puncak orgasmeku. Adika merasakan Kontol nya disiram cairan hangat dan tahu bahwa aku mengalami orgasme dan membiarkanku mendekapnya sangat erat sambil memelukku dengan belaian hangatnya.
Selesai aku orgasme sekiat 30 detik, Adika membalikan aku dengan Kontol nya masih tertancap di dalam Memek ku. Adika mulai mencumbuku dengan menjilati leher dan putingku perlahan, entah mengapa aku kembali bernafsu dan membalas ciumannya denga mesra, lidah kami saling berpagutan dan Adika merasakan Kontol nya kembali dapat keluar masuk dengan mudah karena Memek ku sudah kembali basah dan siap menerima serangan berikutnya. Dan Adika langsung memompa Kontol nya dengan semangat dan cepat membuat tubuhku bergoyang dan Payudara ku bergerak naik turun dan sungguh suara yang timbul antara erangan kami berdua yang tertahan derit tempat tidur dan suara Kontol nya keluar masuk di Memek ku kembali membakar gairahku dan aku bergerak menaik turunkan pantatku untuk mengimbangi Adika. Dan benar saja 10 menit kemudian aku sampai pada puncak orgasme yang kedua, dengan meletakan kedua kakiku dan menekan keras pantatnya hingga Kontol nya menyentuh rahimku.
Kupeluk Adika dengan erat yang membiarkan aku menikmati deburan ombak kenikmatan yang menyerangku berkali-kali bersamaan keluarnya cairanku. Kugigit bibirku agar tidak mengeluarkan suara, cukup lama aku dalam keadaan ini dan anehnya setelah selesai aku berada dalam puncak ternyata aku sudah kembali mengimbangi gerakan Adika dengan menaik turunkan pantatku. Saat itulah kudengar pintu kamarku terbuka dan detik berikutnya pintu kamar Adika diketuk Budiman, “Adika..kau sudah tidur?”, demikian ketuk Budiman. Langsung saja Adika melepaskan pelukannya dan menyuruhku bersembunyi di kamar mandi. Sempat menyambar pakaian tidurku yang tergeletak di lantai aku langsung lari ke kamar mandi dan mengunci dari luar. Sungguh hatiku berdebar dengan kerasnya membayangkan apa jadinya jika aku ketahuan suamiku. Adika dengan santai dan masih bertelanjang membuka pintu dan mengajak Budiman masuk, Budiman sempat terkejut melihat Adika telanjang,”Sedang apa kamu Adika” tanpa curiga dengan tempat tidur yang berantakan yang kalau diperhatikan dari dekat ada cairan kenikmatanku. Adika hanya tersenyum dan mengatakan,”Mau tau aja..” Dasar Budiman dia langsung membicarakan suatu hal pekerjaan dan mereka terlibat pembicaraan itu. Kurang lebih sepuluh menit mereka berbicara dan sepuluh menit juga hatiku sungguh berdebar-debar tapi anehnya dengan keadaan ini nafsuku sungguh semakin menjadi-jadi.
Setelah Budiman keluar, Adika kembali mengunci pintu kamar dan mengetuk kamar mandi perlahan,”Lela buka pintunya..sudah aman”. Begitu aku buka pintunya Adika langsung menarik aku dan mendudukanku di meja dekat kamar mandi, langsung saja dibukanya kedua kakiku dan bless Kontol nya kembali memenuhi Memek ku “Ahhh..ahh..” erangan kami berdua kembali terdengar perlahan sambil terus menggoyangkan pantatnya maju mundur Adika melahap Payudara ku dan putingku. Sepuluh menit berlalu dan goyang Adika semakin cepat sehingga aku tahu dia akan mencapai puncaknya, dan akupun merasakan hal yang sama “Braaam lebih cepat sayang aku sudah hampir keluar..” desahku “Tahan sayang kita bersamaan keluarnya”, dan benar saja saat kurasakan maninya menyembur deras dalam Memek ku aku mengalami orgasme yang ketiga dan lebih hebat dari yang pertama dan kedua, kami saling berpelukan erat dan menikmati puncak gairah itu bersamaan. “Braaammm..,” desahku tertahan. “Ahhh Lela..kau hebat..” demikian katanya. Akhirnya kami saling berpelukan lemas berdua, sungguh suatu pertempuran yang sangat melelahkan. Saat kulirik jam ternyata sudah dua jam kami bergumul. “Terima kasih Adika..kau hebat..” kataku dengan kecupan mesra dan langsung memakai pakaian tidurku kembali dan kembali ke kamarku.
Budiman tidak curiga sama sekali dan tetap berkutat dengan komputernya dan tidak menghiraukanku yang langsung berbaring tanpa melepas pakaianku seperti biasanya karena aku tahu ada bekas ciuman Adika di sekujur Payudara ku. Malam itu aku merasa sangat bersalah pada Budiman tapi di lain sisi aku merasa sangat puas dan tidur dengan nyenyaknya. Esoknya seperti biasa di hari Minggu aku dan Budiman berenang di pagi hari tetapi mengingat adanya Adika, kami yang biasanya berenang bertelanjang akhirnya memutuskan memakai pakaian renag, aku syukuri karena hal ini dapat menutupi Payudara ku yang masih memar karena gigitan Adika. Saat kami berenang aku menyadari bahwa Adika sedang menatap kami dari kamarnya. Dan saat Budiman sedang asyik berenang kulihat Adika memanggilku dengan tangannya dan yang membuat aku terkejut dia menunjukan Kontol nya yang sudah mengacung besar dan tegang. Seperti di hipnotis aku nekat berjalan ke dalam.”Mas, aku mau ke dalam ambil makanan ya..!” kataku pada Budiman, dia hanya mengiyakan sambil terus berenang, Budiman memang sangat hobi berenang bisa 2 jam nonstop tanpa berhenti.
Dengan tergesa masuk ke dalam dan menuju kamar Adika. Di sana Adika sudah menunggu dan tak sabar dia melucuti pakain renangku yang memang hanya menggunakan tali sebagai pengikatnya. “Gila kamu Adika..bisa ketahuan Budiman lho,” protesku tanpa perlawanan karena aku sendiri sangat bergairah oleh tantangan ini. dan dengan kasar dia menciumi punggungku sambil meremas Payudara ku “Tapi kamu menikmatinya khan?!,” goda Adika sambil mencium leher belakangku. Dan aku hanya mendesah menahan nikmat dan tantangan ini. Yang lebih gila Adika menarikku ke jendela dan masih dari belakang dia meremas- remas Payudara ku dan meciumi punggung hingga pantatku, “Gila kau Adika, Budiman bisa melihat kita,” tapi anehnya aku tidak berontak sama sekali dan memperhatikan Budiman yang benar-benar sangat menikamti renangnya. Di kamar Adika pun aku sangat menikmati sentuhan Adika. “Lela kamu suka ini khan?” tanyanya sambil dengan keras menusukan Kontol nya ke dalam Memek ku dari belakang. “AHH..Adika..” teriakku kaget dan nikmat, sekarang aku berani bersuara lebih kencang karena tahu Budiman tidak akan mendengarnya. Langsung saja Adika memaju mundurkan Kontol nya di Memek ku..”Ahh.. Adika lebih kencang..fuck me Adika..puaskan aku Adika..penismu sungguh luar biasa..Adika aku sayang kamu..” teriakku tak keruan dengan masih memperhatikan Budiman. Adika mengimbangi dengan gerakan yang liar hingga Memek ku terasa lebih dalam lagi tersentuh Kontol nya dengan posisi ini,”Lela..khhaau hhebat..” desahnya sambil terus menekanku, kalau saja Budiman melihat sejenak ke kamar Adika maka dia akn sangat terkejut meilhat pemandangan ini, istrinya sedang bercinta dengan rekan kerjanya. Ternyata kami memang bisa saling mengimbangi, kali ini dalam waktu 20 menit kami sudah mencapai puncak secara bersamaan “Teruuus Adika lebih keeennceeng..ahhhh aku keluar DIKAAAAAAAAAAAA”, teriaku. “Aaakuu juga Lela..nikkkkmat ssekali mmmeemeekmu..aahhhhh.” teriaknya bersamaan dengan puncak kenikmatan yang datang bersamaan. Setelah itu aku langsung mencium bibirnya dan kembali mengenakan pakaian renangku dan kembali berenang bersama Budiman yang tidak menyadari kejadian itu.
Setelah itu hari-hari berikutnya sungguh mendatangkan gairah baru dalam hidupku dengan tantangan bercinta bersama Adika. Pernah suatu saat ketika akhirnya Budiman mau bercinta denganku di suatu malam hingga akhirnya dia tertidur kelelahan, aku hendak mengambil susu di dapur dan karena sudah larut malam aku nekat tidak mengenakan pakaian apapun. Saat aku membungkuk di depan lemari es sekelebat ku lihat bayangan di belakangku sebelum aku menyadari Adika sudah di belakangku dan langsung menubruku dari belakang. Kontol nya langsung menusuk Memek ku yang membuatku hanya tersedak dan menahan nikmat tiba-tiba ini. Kami bergumul di lantai dapur lalu dia mengambil kursi dan duduk di atasnya sambil memangku aku, “Adika kamu nakal” desahku yang juga menikmatinya dan kami bercinta hingga hampir pagi di dapur. Sungguh bersama Adika kudapatkan gairah terpendamku selama ini. Akhirnya ketika proyek kantor Budiman selesai Adika harus pergi dari rumah kami dan malam sebelum pergi aku dan Adika menyempatkan bercinta kembali.



Leave a Reply

Labels

 
Pasti Nikmat © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here